Arhan Sang Pengangguran yang Mimpi Jadi Atlet Mirip Ronaldo
Arhan si pengangguran kece (bukan Arhan yang satunya lagi), bercita-cita setinggi langit (bahkan lebih tinggi dari tower BTS di ujung gang), punya impian yang super dahsyat: jadi pemain bola kelas dunia! Setiap hari, doi nggak pernah lepas dari bola plastik murahan yang dibeli dari abang-abang keliling. Katanya sih, kalau sering latihan dengan bola plastik, nanti bakatnya bisa nembus ke Eropa. Ya, Arhan sih percaya aja, meskipun teman-temannya pada ketawa geli denger niat mulianya.
Mimpi di Siang Bolong
Arhan udah siap mental buat jadi bintang. Setiap sore, dia selalu jogging di lapangan kosong yang lebih banyak batu kerikilnya daripada rumput hijaunya. Yang dia bayangin, pada suatu hari nanti bakalan ada scout dari klub besar yang tiba-tiba datang dan nawarin kontrak ke dia. Tapi, alih-alih ketemu scout, Arhan malah ketemu bocah-bocah kecil yang ngajakin main bola bareng. “Bang, ayo sini main!” teriak bocah-bocah itu. Arhan sih mikir, “Ah, ini kesempatan gue buat nunjukkin skill yang terpendam selama ini.” Tapi kenyataannya, dia malah kalah 10-0 dari anak-anak kecil itu. Sungguh, harapan indahnya tak seindah kenyataan.
Latihan Tanpa Henti
Nggak putus asa, Arhan tetep semangat latihan. Setiap subuh, dia udah keluyuran di lapangan kampung sebelah. Lari sana-sini, tendang bola ke gawang imajiner, dan sesekali salto ala-ala Ronaldo. Pokoknya, Arhan ini totalitas banget se total-totalnya, sampe orang-orang yang pada ngeliat dia pada geleng-geleng kepala semua. Sayangnya, karena terlalu semangat, dia pernah nyeruduk tiang gawang saat mau mencetak goal dengan sundulan kepala dan akhirnya pingsan sendiri di tengah lapangan. Untungnya, ada bapak tukang kebun yang nemuin dia dan nganterin pulang. Malu? Ya jelas! Tapi demi impian, apa sih yang nggak bisa?
Usaha Nggak Mengkhianati Hasil
Setelah beberapa bulan latihan intensif, Arhan ngerasa ada kemajuan. Doi udah bisa juggling bola lebih dari tiga kali tanpa jatuh. Suatu hari, ada kompetisi antar RT yang diadain buat hiburan warga. Arhan langsung daftar, yakin banget bisa jadi bintang lapangan. Pertandingannya seru banget, tapi sayangnya, Arhan malah lebih sering jadi penonton ketimbang pemain. Tiap kali dapet bola, dia malah kehilangan kontrol dan bikin timnya kalah. Tapi, ya namanya juga usaha, nggak bakal ada yang sia-sia, kan?
Nasib Naas Ketemu Begal
Di suatu malam yang syahdu, Arhan yang baru selesai latihan malam di lapangan kosong, dan tiba-tiba dia ngerasa lapar. Dia pun memutuskan buat nyari makan di warung pinggir jalan. Lagi asik jalan sambil nendang-nendang batu kecil, tiba-tiba ada dua orang begal yang muncul dari kegelapan semak-semak. Mereka nyuruh Arhan kasih semua barang berharga. Tapi, Arhan nggak kehilangan akal. Dia langsung ngeluarin jurus andalannya: tendangan jarak jauh ala CR7! Sayangnya, tendangannya malah kena tembok dan nggak ada efek apa-apa. Untungnya, para begal kabur karena ngeliat Arhan yang lari tunggang-langgang kayak dikejar pocong.
Jalan Terus, Maju Terus!
Meski penuh dengan kejadian kocak dan naas, Arhan tetap nggak nyerah. Dia terus ngejar impian jadi pemain bola kelas dunia. Katanya, “Gagal sekali, coba lagi. Gagal dua kali, coba lagi. Gagal tiga kali? Ya coba lagi dong! Masa coba deh!” Buat Arhan, hidup adalah soal terus berlari, meski kadang arahnya salah atau malah nyeruduk tiang lagi.
Mimpi Besar, Langkah Kecil
Pada akhirnya, Arhan sadar kalau mimpinya nggak akan bisa dicapai hanya dengan nendang-nendang bola di lapangan kosong aja setiap hari. Tapi, dia juga tau kalau impian besar butuh usaha yang konsisten, meski jalannya penuh batu dan tiang gawang. Siapa tau, suatu hari nanti, Arhan benar-benar bisa jadi bintang lapangan, meski awalnya cuma bintang di mata bocah-bocah kecil di gang rumahnya.
Begitulah petualangan Arhan, si pengangguran yang nggak pernah kehilangan harapan meski berkali-kali ketiban apes. Kalau kamu punya mimpi besar, jangan takut buat ngejar, meski jalannya kadang bikin kamu ketawa sendiri. Semangat terus, Arhan!
Bagikan berita ini: